MAKALAH SENI BUDAYA
SEJARAH, FUNGSI, DAN TUJUAN
KRITIK MUSIK
DI SUSUN OLEH :
SYIFA FAUZIA
SMA NEGERI 1 CILILIN
TAHUN AJARAN 2014/2015
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kehadirat Allah SWT yang memberikan bimbingan dan pertolongannya
sehingga dalam penulisan Makalah ini bisa berjalan dengan lancar.
Penulisan
Makalah ini dimaksudkan oleh penulis untuk memenuhi salah satu persyaratan
untuk mengisi nilai pelajaran Seni Budaya Semester II Kelas XI Tahun Ajaran
2014/2015. Di samping itu, Makalah ini juga berfungsi sebagai penambah wawasan
khususnya bagi penulis dan umumnya bagi pembaca dalam kaitannya dengan topik Kritik
Musik serta Pentingnya Musik
Di
sisi lain, penulis mengajak kepada para pembaca agar dapat memahami dan
mendalami masalah topik di atas, agar nantinya apabila ada masalah atau
soal-soal seputar topik di atas dapat memecahkannya dengan bantuan Makalah ini.
Tidak
lupa saya ucapkan terima kasih atas kontribusi berbagai pihak yaitu:
1.
Ibu Sri Murni selaku guru Seni Budaya
2.
Orang tua dan teman-teman kami yang
telah memberi dorongan, sehingga saya dapat menyalesaikan Makalah ini.
3.
Dan semua pihak terkait yang mendukung
penyelesaian Makalah ini.
Dalam
penyusunan Makalah ini, penulis menyadari akan segala kekurangannya, untuk itu
kritik dan saran dari pembaca sangat diperlukan demi perbaikan Makalah ini.
Akhir kata, semoga Makalah ini bermanfaat bagi penulis dan terutama bagi
unsur-unsur yang berkepentingan.
Cililin, Februari 2015
Syifa Fauzia
DAFTAR
ISI
Halaman
Judul……………………………………………………………………………………………………………………i
Kata
Pengantar…………………………………………………………………………………………….……………………ii
Daftar
Isi……………………………………………………………………………………………………….…….……………iii
BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………………………………………………….……1
A. Latar Belakang……………………………………………………………………………………………….…1
BAB II PEMBAHASAN……………………………………………………………………………………….…………2
A. Pengertian Kritik Musik……………………………………….…………………………………………2
B.
Fungsi Kritik Musik…………………………………………………………………………………………2
C. Tujuan Kritik Musik………………………………………….………………………………………………2
D. Penyajian Kritik Musik……………………………………………………………………………….……3
E.
Sejarah Kritik Musik………………………………………………………………………………….……5
1.
Kritik
Musik Awal………………………………………………………………………………………5
2.
Kritik
Musik Renaissance…………………………………………………………………………5
3.
Kritik
Musik Dunia (Inggris)……………………………………………………………………5
4.
Kritik
Musik Di Indonesia…………………………………………………………………….…5
F.
Konsep dan Pentingnya Seni Musik…………………………………………………………….…6
BAB III PENUTUP………………………………………………………………………………………………………….8
A. Kesimpulan…………………………………………………………………………………………………………8
B. Kritik dan Saran……………………………………………………………………………………………….8
C. Daftar Pustaka…………………………………………………………………………………………………9
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Istilah
kritik atau critism (Inggris) berasal dari bahasa Yunani yakni kritikos
yang berhubungan dengan krinein yang berarti memisahkan, mengamati,
membandingkan dan menimbang. Di Yunani ada kata krites yang maksudnya hakim, dengan kata kerja krinein berarti juga menghakimi. Kritikos berarti juga hakim kesusasteraan. Istilah ini ada semenjak abad ke IV sebelum kelahiran kristus. Menurut sejarahnya, seorang bernama Pilatus dari pulau Kos yang pada tahun 305 Sebelum Masehi didatangkan ke Alexandria untuk menjadi guru raja Ptolomeus II dan dianugerahi julukan penyair dan kritikos sekaligus (Hardjana, 1981).
membandingkan dan menimbang. Di Yunani ada kata krites yang maksudnya hakim, dengan kata kerja krinein berarti juga menghakimi. Kritikos berarti juga hakim kesusasteraan. Istilah ini ada semenjak abad ke IV sebelum kelahiran kristus. Menurut sejarahnya, seorang bernama Pilatus dari pulau Kos yang pada tahun 305 Sebelum Masehi didatangkan ke Alexandria untuk menjadi guru raja Ptolomeus II dan dianugerahi julukan penyair dan kritikos sekaligus (Hardjana, 1981).
Pada
abad pertengahan di Eropa, istilah kritik hanya muncul dalam bidang
kedokteran dengan pengertian yang menyatakan suatu keadaan penyakit yang kritis
atau sangat membahayakan jiwa penderitanya. Selanjutnya pada masa Renaissans
arti kata tersebut kembali kepada pengertian lama dan seorang yang bernama
Poliziano pada tahun 1492 mempergunakan istilah-istilah tersebut untuk
membedakannya dengan filsuf. Pada waktu itu, istilah critikus dan gramaticus
dipergunakan untuk menunjuk orang-orang yang menekuni pustaka sastra lama.
Sementara itu seorang pujangga bernama Erasmus mempergunakan istilah art
critic untuk Al-Kitab sebagai alat atau sarana dalam pelayanan hidup.
Beberapa waktu kemudian di kalangan penganut Humanisme berlaku
pengertian yang terbatas pada penyuntingan dan pembetulan teks-teks kuno.
Pergeseran arti kritik sehingga mencakup pembetulan edisi, pernyataan
pengarang, sensor dan penghakiman berlaku pada sekitar tahun 1600. (Wellek,
1971).
Pada
perkembangan yang lebih kemudian kritik berarti orang yang melakukan kritik dan
juga kegiatan kritiknya. Sementara itu, di Perancis dan Amerika Serikat pada awal
abad XIX berlaku kedua pengertian itu secara luas. Istilah critique
menunjuk pembicaraan tentang seniman tertentu, sedangkan criticism menunjuk
teorinya.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Kritik Musik
Kritik
musik adalah penganalisaan dan pengevaluasian suatu karya musik dengan tujuan
untuk meningkatkan pemahaman, memperluas apresiasi, atau membantu memperbaiki
karya tersebut. Kritik berasal berasal dari kata Yunani “Krinein” yang artinya
memisahkan, merinci. Dalam melakukan kritik musik ada obyek yang dikritik dan
ada orang yang mengkritik, yang disebut kritikus. Obyek yang dikritik dalam
musik adalah karya musik yang sedang dicermati. Karya musik itu umumnya
memiliki gagasan (keindahan) bunyi atau pesan yang ingin disampaikan oleh
penciptanya.
B. Fungsi Kritik Musik
Kritik
menjadi jembatan komunikasi antara seniman yang selalu dituntut kreativitasnya
dan pengamat yang sering mengalami hambatan dalam mengapresiasi karya seniman.
Kritik musik itu dapat menambah pemahaman bagi pencipta, pelaku atau penyaji
musik dan bagi masyarakat musik itu sendiri. Secara umum fungsi kritik musik
adalah sebagai berikut :
·
Pengenalan karya musik dan memperluas
wawasan masyarakat.
·
Jembatan antara pencipta, penyaji, dan
pendengar.
·
Eevaluasi diri bagi pencipta dan
penyaji musik.
·
Pengembangan mutu karya musik.
C. Tujan Kritik Musik
Menurut
Sem C. Bangun tujuan kritik seni adalah evaluasi seni, apresiasi seni, dan
pengembangan seni ke taraf yang lebih kreatif dan inovatif. Artinya, dengan
adanya koreksi yang bersifat evaluasi atas karya dan penyajiannya oleh
kritikus, masyarakat dan pelaku seni memiliki apresiasi terhadap karya musik.
Dengan demikian diharapkan akan ada inovasi dan peningkatan mutu karya musik di
masa yang akan datang.
D. Penyajian Kritik Musik
Setelah
mengetahui beberapa konsep kritik seni seperti diutarakan di atas. Ada 4 hal
pokok dalam kegiatan penyajian yang sudah umum digunakan pada kritik seni
yaitu: deskripsi, analisis, interpretasi, dan evaluasi.
·
Pada bagian deskripsi, hal yang paling
mendasar adalah penyajian fakta yang bersumber langsung dari karya musik yang
dianalisis. Penyajian fakta ini berupa pernyataan elemen dan warna bunyi yang
digunakan. Faktor-faktor pendukung penyajian juga termasuk bagian deskripsi.
Pada tahap ini dinyatakan secara lengkap bagaimana elemen atau unsur-unsur
tersebut diperlakukan dalam penyajian musik.
·
Analisis adalah uraian berupa
penjelasan hal-hal yang penting dari unsur nada, melodi, harmoni, ritme, dan
dinamika musik. Unsur-unsur tersebut dinyatakan pada bagian mana pentingnya
dalam mendukung penuangan atau penyajian gagasan. Inilah tahap menyatakan mutu
suatu karya musik berdasarkan analisis unsur-unsur penyajiannya. Pengetahuan
teknis dan pengalaman musikal kritikus sangat diperlukan pada tahap ini.
·
Interpretasi. Dalam interpretasi
dinyatakan pula bagaimana tingkat ketercapaian nilai artisitik suatu penyajian
musik dengan gagasan serta maksud dari pertunjukan tersebut. Membandingkan
dengan karya sejenis dapat menjadi faktor pertimbangan dalam tahap Kesemuanya
itu dijabarkan dalam interpretasi. Tahap ini dapat dikatakan sebagai pendekatan
induktif karena dimulai dari hal-hal yang ada dalam suatu karya musik, bukan
dari hukum-hukum yang bersifat umum (deduktif).
·
Evaluasi. Bagian akhir penyajian kritik
adalah evaluasi. Inilah tahap yang cukup penting dalam kritik musik karena
kritikus akan menyatakan pendapatnya atas penyajian suatu musik. Pendapat yang
dimaksud bukan pendapat pribadi tanpa dasar. Dasar pernyataan dalam evaluasi
adalah hasil dari deskripsi dan analisis yang ditunjang
interpretasi. Pernyataan yang pokok dalam tahap evaluasi adalah kebaikan
atau kegagalan suatu penyajian musik. Kebaikan atau kekurangan merupakan
pertimbangan atas gagasan dengan ketercapaian dalam penyajian musik. Pernyataan
kebaikan, berupa kelebihan-kelebihan yang ditemukan atau sebaliknya akan
membangun pemahaman peningkatan penyajian karya musik.
Penyajian
kritik musik dapat dilakukan secara lisan maupun tulisan. Penyajian secara
tulisan disusun seperti urutan penyaian di atas. Pada awal tulisan perlu
kiranya ditambahkan bagian pendahuluan. Dengan demikian penyajian kritik dalam
bentuk tulisan meliputi:
·
Pendahuluan
·
Deskripsi
·
Analsis
·
Interpretasi
·
Evaluasi
Bagian
pendahuluan berisi tentang identitas musik yang akan dikritisi, seperti nama
penulis atau pencipta musiknya, judul karya, nama penyajinya dan lain-lain yang
dianggap perlu untuk diketahui oleh pembaca. Dalam hal musik vokal, lirik lagu
termasuk bagian yang tidak terpisahkan dalam analisis kritik musik. Lirik lagu
karena berbasis bahasa maka dapat dianalsisis makna yang terkandung di
dalamnya. Makna lirik lagu mencakup makna denotatif dan konotatif.
E. Sejarah Kritik Musik
1. Kritik Musik Awal
Kegiatan
kritik musik pertama kali di dunia di lakukan dua orang Yunani yaitu Xenophones
dan Heraclitus sekitar tahun 500 SM. Xenophones dan Heraclitus mengecam keras
pujangga besar bernama Homerus yang sering bernyanyi tentang hal-hal yang tidak
senonoh tentang dewa dewi.
Kritik Musik
Reneissance
Pada abad pertengahan istilah kritik
hilang sama sekali. Barulah Polizianus pada tahun 1492 menggunakan istilah criticus dan Grammaticus. Scanlinger melakukan analisa dan perbandingan antara
pujangga Yunani dan latih dengan adanya kritik modern di sertai pengembangan
nya para penyair mulai merasa terganggu karena kegiatan kreatif mereka
terganggu
Kritik Musik Di Inggris
Di Inggris abad 16 pada zaman
pemerintah ratu Elizabeth istilah kritik sama sekali belum dikenal. Francis
Bacon dengan bukunya “Advancement of Learning” adalah yang pertama yang
kemungkinan besar menggunakan istilah kritik dalam sastra musik Inggris pada
tahun 1605
Kritik Musik Indonesia
Kritik musik dari segi pengertian dan istilah bukan
merrupakan tradisi asli masyarakat Indonesia. Kritik musik baru muncul ketika
para sastrawan Indonesia mendapat pendidikan dengan system Eropa pada awal abad
ke 20
F. Konsep
dan Pentingnya Pendidikan Seni Musik
Depdiknas,
(2006:611) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) mengemukakan tentang SK
dan KD pendidikan seni, budaya, dan keterampilan menjelaskan bahwa pendidikan
seni musik sifat multilingual, multidimensional, dan multikultural. Pada
bahasan ini dikaitkan dengan pendidikan seni musik. Multilingual bermakna
pengembangan kemampuan mengekspresikan diri secara kreatif dengan berbagai cara
dan media seperti bahasa rupa, bunyi, gerak, peran dan berbagai perpaduannya.
Multidimensional bermakna pengembangan beragam kompetensi meliputi konsepsi
(pengetahuan, pemahaman, analisis, evaluasi), apresiasi, dan kreasi
dengan cara memadukan secara harmonis unsur estetika, logika, kinestetika, dan
etika. Sifat multikultural mengandung makna pendidikan seni menumbuhkembangkan
kesadaran dan kemampuan apresiasi terhadap beragam budaya Nusantara dan
Mancanegara. Hal ini merupakan wujud pembentukan sikap demokratis yang
memungkinkan seseorang hidup secara beradab serta toleran dalam masyarakat dan
budaya yang majemuk.
v Fungsi
Seni Musik
Rien (1999:1) mengemukakan tentang
pendapat para pakar pendidikan yang menyatakan bahwa seni musik mempunyai
peranan yang penting dalam kehidupan seorang siswa. Siswa
yang berpartisipasi dalam kegiatan seni musik, selain dapat mengembangkan
kreativitas, musik juga dapat membantu perkembangan individu, mengembangkan
sensitivitas, membangun rasa keindahan, mengungkapkan ekspresi, memberikan
tantangan, melatih disiplin dan mengenalkan siswa pada sejarah budaya bangsa
mereka.
Pendidikan
seni musik juga berfungsi untuk meningkatkan konsentrasi, keseriusan, kepekaan
terhadap lingkungan. Untuk menyanyikan atau memainkan musik yang indah,
diperlukan konsentrasi penuh, keseriusan, dan kepekaan rasa mereka terhadap
tema lagu atau musik yang dimainkan. Sehingga pesan yang terdapat pada lagu
atau musik bisa tersampaikan dan diterima oleh pendengar.
Berdasarkan
beberapa pandangan tentang fungsi pendidikan seni musik bagi siswa yang sejalan
dengan pendekatan “Belajar dengan Seni, Belajar Melalui Seni, dan Belajar
tentang Seni”, berikut ini dikemukakan secara urut fungsi pendidikan seni musik
sebagai sarana atau media ekspresi, komunikasi, bermain, pengembangan bakat,
dan kreativitas.
§
Pendidikan seni musik sebagai sarana/media ekspresi
Ekspresi
merupakan ungkapan atau pernyataan seseorang. Perasaan dapat berupa sedih,
gembira, risau, marah, menyeramkan atau sesuai dengan masalah yang dihadapi.
Fungsi ini memungkinkan untuk mengeksplorasi ekpresi siswa dalam memunculkan
karya-karya baru.
§
Pendidikan seni musik sebagai media komunikasi
Ekspresi
yang dieksplorasikan akan dikomunikasikan kepada orang lain. Artinya
karya-karya seni musik yang dialami siswa dikomunikasikan sehingga pesan yang
terdapat dalam karya tersebut bisa tersampaikan pada orang lain.
§
Pendidikan seni musik sebagai sarana bermain
Bermain
merupakan dunia anak-anak. Anak-anak memerlukan kegiatan yang bersifat
rekreatif yang menyenangkan bagi pertumbuhan jiwanya. Bermain sekaligus
memberikan kegiatan penyeimbang dan penyelaras atas perkembangan individu anak
secara pisik dan psikis.
§
Pendidikan seni sebagai media pengembangan bakat.
Setiap
siswa memiliki potensi di bidang seni musik yang luar biasa. Pendidikan seni
musik di tekankan untuk memberikan pemupukan yang terus menerus sehingga
diperlukan upaya efektif untuk menumbuhkan bakat siswa.
§
Pendidikan seni sebagai media kreativitas
Kreatif
merupakan sifat yang dilekatkan pada diri manusia yang dikaitkan dengan
kemampuan atau daya untuk menciptakan. Sifat kreatifitas ini senantiasa
diperlukan untuk mengiringi tingkah laku manusia dalam rangka memenuhi
kebutuhannya.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
v Kritik
musik adalah penganalisaan dan pengevaluasian suatu karya musik dengan tujuan
untuk meningkatkan pemahaman, memperluas apresiasi, atau membantu memperbaiki
karya tersebut.
v
fungsi kritik musik adalah sebagai
berikut :
© Pengenalan karya
musik dan memperluas wawasan masyarakat.
© Jembatan antara
pencipta, penyaji, dan pendengar.
© Eevaluasi diri bagi
pencipta dan penyaji musik.
© Pengembangan mutu
karya musik
v Kegiatan kritik musik
pertama kali di dunia di lakukan dua orang Yunani yaitu Xenophones dan
Heraclitus sekitar tahun 500 SM. Xenophones dan Heraclitus mengecam keras
pujangga besar bernama Homerus yang sering bernyanyi tentang hal-hal yang tidak
senonoh tentang dewa dewi.
B.
Kritik dan Saran
Ø Kritik
Kemajuan
kritik terutama dalam sastra musik telah berkembang dengan perubahan waktu,
dengan kritik musik para kritikus dapat memberikan masukan baik itu berupa
pendapat yang positif maupun negativ kepada para penyaji maupun pendengar
mengenai hal itu. Bagi penyaji musik, kritik musik merupakan bentuk
apresiasinya agar kedepan mereka bisa lebih baik.
Ø Saran
Sebaiknya
dalam memberikan kritik harus apa adanya tidak boleh dibuat-buat apalagi jika
ditambah dengan kata yang keluar dari objek kritik, untuk para pendengar harus
lebih memperhatikan dan berperan sebagai pendengar dan menerima kritik,
sedangkan untuk penyaji musik harus lebih berhati-hati jika ada kesalahan dalam
musik karena bisa menyebabkan para kritikus mengkritik hal yang kurang
memuaskan
C.
Daftar Pustaka

Numpang copy paste ya kak... Buat tugas disekolah :)
BalasHapusTERIMAKASIH SANGAT MEMBANTU, BLOGNYA BAGUS
BalasHapus